Sabtu, 08 April 2017

MENGENAL STRUKTUR DIREKTORI DI LINUX

A. Pengertian

 Sebuah direktori adalah komponen dari sistem berkas yang mengandung satu berkas atau lebih atau satu direktori lainnya atau lebih, yang disebut dengan subdirektori. Batasan jumlah berkas atau subdirektori yang dapat ditampung dalam sebuah direktori tergantung dari sistem berkas yang digunakan, meskipun sebagian sistem berkas tidak membatasinya (batasan tersebut disebabkan ukuran media penyimpanan di mana direktori berada).
B. Latar Belakang
Untuk struktur Direktori pada Linux berbeda dengan Windows, windows yang direktorinya pada Drive C dan di temani dengan Drive D dan lainnya sedangkan Linux itu memiliki 1 Direktori yaitu / atau biasa di sebut root dan kemudian akan di susul sub-sub direktori di belakangnya.
C.Pembahasan 
 Dan pada Direktori tersebut mempunyai tugas masing yang telah di susun secara rapi dan di setiap Direktori tersebut mempunyai suatu hak akses yang tidak sembarangan user bisa memasuki Direktori tersebut, berikut ini merupakan penjelasan pada masing-masing direktori pada LINUX :





  •     /bin – Direktori yang berisi binary files yang dapat dieksekusi oleh users system. Direktori ini menghandle perintah perintah standar GNU/Linux diantaranya ls, cp, mv dan beberapa lainnya.
  •     /boot – Direktori yang berisikan file-file yang dibutuhkan saat proses booting termasuk didalamnya adalah kernel image GNU/Linux.
  •     /dev – Direktori yang merepresentasikan/mewakili device hardware. Dalam GNU/Linux everything is files, semua device hardware komputer berada dibawah direktori ini.
  •     /etc – Direktori yang berisi file-file konfigurasi system. File-file konfigurasi ini dibutuhkan oleh paket-paket lain untuk menjaga prilaku system.
  •     /home – GNU/Linux merupakan sistem operasi yang mendukung multiuser. Kebijakan keamanannya sangat ketat, olehnya itu direktori /home merupakan home direktori atau area kerja dari masing-masing user GNU/Linux kecuali user root (super user).
  •     /lib – Merupakan direktori file-file library GNU/Linux yang mendukung binary files baik yang berada didirektori /bin maupun /sbin.
  •     /mnt – Direktori yang disiapkan untuk mounting point device storage.
  •     /media – Direktori memounting/mengaitkan media removable storages seperti harddisk eksternal, floppy disk, cdrom/dvdrom, flashdisk, digital kamera maupun media lainnya.
  •     /opt – Direktori yang berisi optional application software packages. Diharapkan dengan adanya direktori ini manajemen paket aplikasi tambahan dapat dilakukan dengan mudah.
  •     /proc – merupakan direktori yang unik yang dinamis karena direktori ini berisi virtual file system yang menyediakan akses informasi kernel secara realtime.
  •     /root – Home direktori khusus super user (user root). Direktori ini sengaja dipisahkan dari direktori home user biasa di/home untuk menghandle jika partisi /home gagal di mounting maka system secara keseluruhan dapat diselamatkan oleh root. /root dibaca slash root.
  •     /sbin – Direktori ini pada prinsipnya sama dengan direktori /bin yang berisi file-file binary. Namun direktori /sbin ini hanya dapat diakses oleh user root dalam kondisi sistem normal. Users biasa tidak memiliki akses untuk menjalankan binary files di direktori ini
  •     /tmp – Direktori yang berisi temporary files artinya file-file yang sifatnya hanya dibutuhkan sekali saja. Direktori ini dapat diakses oleh semua users sistem.
  •     /usr – Bisa dikatakan sebagai direktori utama dibawah main direktori tempat diletakkannya file-file program aplikasi, dokumentasi, source kernel dan x-window system dari distribusi GNU/Linux yang digunakan.
  •     /var – Direktori tempat menampung file-file log system, spool files dan temporary e-mail files. Direktori ini sangat berguna untuk mengecek jejak kelakuan pengguna dan sistem GNU/Linux. 

D. Kesimpulan
 pada Linux direktori itu seperti pohon terbalik yang / atau root sebagai akar utama pada Linux dan cabang-cabangnya seperti pada penjelasan diatas.
E.Referensi
https://tonyandi-blc.blogspot.co.id/2017/04/mengenal-struktur-direktori-dilinux.html

Jumat, 07 April 2017

Konfigurasi Oracle Virtualbox Terhubung Ke Internet

A.Pendahuluan
Oracle VM VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.

B.Latar Belakang
karena saya tidak memiliki DVD repository debian, saya ingin mengunduh software aplikasinya secara langsung dengan koneksi internet.

C.Maksud Dan Tujuan
ingin memberi koneksi internet ke virtualbox debian server saya untuk pembelajaran di rumah.

D.Alat Dan Bahan
1.pc os linux yang sudah terinstal virtualbox
2.virtualbox yang sudah terinstall os debian
3.koneksi internet

E.Jangka Waktu Pelaksanaan
Saya melakukan konfigurasi ini kurang lebih 10-30 menit

F.Langkah-Langkah
1.Buka Virtualboxnya
2.Masuk ke menu File>Preferences
2.Masuk Network>Host-Only Network kemudian + Lalu isikan ip addresnya
3.Masuk Setting Debian masuk Network>Adapter1  beri centang pada attached pilih NAT
4.Masuk Setting di Debian masuk Network>Adapter2 beri centang enable network adapter ,attached pilih Host-Only Adapter untuk namenya pilih vboxnet0
5.Masuk debiannya kemudian tulis perintah #nano /etc/network/interfaces
 jika sudah lalu ctrl + x lalu y

6.kemudian kita remote debian dari laptop pastikan bisa


G.Kesimpulan
Kita dapat menghubungkan virtual box dengan pc 
H.Referensi
http://www.noraa.io/2017/04/cara-menghubungkan-debian-virtualbox.html

Kamis, 06 April 2017

Mudah Subnetting Dalam Linux Dengan Ipcalc

A.Pengertian
    ipcalc berfungsi untuk mengambil alamat IP,netmask dan menghitung siaran yang dihasilkan, jaringan, topeng wildcard Cisco, dan kisaran host. Dengan memberikan netmask kedua, Anda dapat merancang sub-dan supernetworks. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjadi alat pengajaran dan menyajikan hasilnya dengan mudah untuk memahami nilai biner.sedangkan Sipcalc merupakan subnet kalkulator ip yang terdiri dari dua bagian. Versi konsol berbasis teks biasa, dan mitra berbasis web (cgi). Sipcalc, dalam bentuknya yang paling sederhana membutuhkan alamat ip dan subnet mask pada commandline dan menampilkan informasi tentang subnet. Sipcalc memiliki dukungan untuk alamat IPv4 dan IPv6. 
B.Maksud dan tujuan
  • Menginstall dan menggunakan ipcalc dan sipcalc pada terminal linux.
C.Latar belakang
  • Denagan ipcalc dan sipcalc,memungkinkan kita untuk mengetahui netmask IP,network IP,broadcast IP,dan beberapa informasi lainnya(subneting) pada ip yang ingin kita kita ketahu informasinya.Tetapi cara ini tidak dikhususkan untuk orang yang belum paham subnetting secara manual
D. Alat Dan Bahan
1.Laptop
2. Internet
E.Jangka waktu pelaksanaan
1.Buka Terminal dan masuk sebagai root/superuser
2.Tulis perintah #sudo apt-get install sipcalc ipcalc
3.Tunggu hingga prosesnya selesai
4.Lalu kita coba dengan memasukkan ip addres "192.168.2.2"
Dengan perintah ipcalc 192.168.2.2

Nahh hanya itu yang saya bagikan
Sekian dari saya

G.Kesimpulan
Kita dapat menghitung secara otomatis tetapi cara ini tidak bagus untuk orang yang belum mengerti tentang subnetting

H.Referensi
Teman-Teman BLC TELKOM

 

Rabu, 05 April 2017

Backup Aplikasi dengan aptonCD

A.Pendahuluan
APTonCD adalah alat yang dapat membuat cadangan paket perangkat lunak ( deb file) download melalui Advanced Packaging Tool (APT) atau aptitude , menciptakan sebuah repositori yang dapat digunakan untuk menginstal paket-paket di komputer lain tanpa akses Internet. APTonCD mengumpulkan paket dikumpulkan menjadi satu image ISO

B.Latar Belakang
saya akan melakukan install ulang sistem operasi saya tapi ada aplikasi yang saya butuhkan lalu saya ingin memBackup dengan menggunakan Aptoncd supaya aplikasi yang masih saya butuhkan tadi bisa di install ulang tanpa koneksi internet 

C.Maksud Dan Tujuan
Mmeudahkan mengembalikan file file kita sebelumnya

D.Alat Dan Bahan
1.Flashdisk
2.Laptop
3.AptOnCD

E.Jangka Waktu Pelaksanaan
Saya melakukan backup ini dengan waktu 15 menit

F.Langkah Langkah
1.Install APTONCD nya
2.Buka APToncdnya ,Lalu create
3.Pilih file/aplkasi yang ingin dibackup
4.Pilih tempat penyimpanan file backupnya
5.Tungu HIngga selesai
6.Dan disitu hasilnya sudah jadi



G.Kesimpulan
Memudahkan kita mengembalikan file/aplikasi kita tanpa kita harus download dahulu

H.Referensi
https://maulanashio23.blogspot.co.id/2017/03/backup-aplikasi-menggunakan-aptoncd.html

Selasa, 04 April 2017

Play music on terminal with linux

A.Pendahuluan
cmus (C * Music Player) adalah konsol kecil dan cepat pemutar audio untuk Unix-seperti sistem operasi. cmus didistribusikan di bawah ketentuan GNU General Public License (GPL) dan beroperasi secara eksklusif melalui antarmuka pengguna berbasis teks , dibangun dengan ncurses 
.
B.Latar Belakang
cmus digunakan untuk memutar music tanpa kita harus download aplikasi musik dahulu

C.Maksud dan tujuan
1.Mengetahui instalalasi Cmus
2.Memudahkan kita memutar musik dengan terminal linux

D.Alat dan bahan
1.Koneksi Internet
2.Terminal linux
3.Laptop 

E.Jangka Waktu Pelaksanaan
Untuk menginstalasi cmus saya membutuhkan waktu 5-10 menit

F.Langkah-Langkah
1.Masuk sebagai super user

2.Tulis perintah #apt-get install cmus

3.Buka cmusnya dengan perintah#cmus pada terminal
4.tampilannya seperti ini


5.Tekan angka 5 untuk mencari folder dimana kita menyimpan lagu
6.Lalu kita pilih lagunya kemudian enter
7.Tampilannya seperti ini jika kita sudah play music
nah diatas musik sudah berjalan agar kita dapan paause tekan tombol c untuk paus

*keterangan*
untuk mencari folder tekan no 3
untuk pause tekan c
untuk play tekan enter
untuk volume besar tekan +
untuk volume kecil tekan -

G.Kesimpulan
Aplikasi ini digunakan untuk memutar musik melalui CLI 
H.Referensi
Teman -Teman BLC Telkom Klaten

Senin, 03 April 2017

Pengenalan Subnetting

A.Pendahuluan
subneting adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil atau yang sering di sebut subnet.biasanya subneting digunakan untuk mencari jumlah subnet,jumlah host persubnet,block subnet dan broadcast address.Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur.sebenarnya ada kelas D dan E tapi jarang di pakai atau digunakan karena kelas D dan E sangat jarang digunakan karena kelas-kelas ini diperuntukkan bagi jaringan multicast dan eksperimental [riset].

B.Latar Belakang
Karena Pemahaman tentang subnetting yang memang sulit  untuk memahaminya

C.Maksud Dan Tujuan
Memahami perhitungan subnetting

D.Penjelasan

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan 😉

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat

F.Kesimpulan
Kita dapat memahami teknik subnetting

G.Referensi
http://romisatriawahono.net/2006/02/11/memahami-penghitungan-subnetting-dengan-mudah/

Sabtu, 01 April 2017

Kenalan Dengan Fiber Optik

Pengertian

Fiber optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. bel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam serat optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Latar Belakang 

karena banyaknya permintaan akses internet maka provider harus mampu menyediakan layanan yang terbaik bagi pelanggan

Sejarah

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.
Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.
Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.
Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup mata normal akan dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Kelebihan Serat Optik

Dalam penggunaan serat optik ini, terdapat beberapa keuntungan antara lain :
  1. Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
  2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
  3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
  4. Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
  5. Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api
  6. Tidak berkarat

Kode warna pada kabel serat optik

Warna selubung luar/jacket


Artinya
Kuning serat optik single-mode
Jingga serat optik multi-mode
Aqua Optimal laser 10 giga 50/125 mikrometer serat optik multi-mode
Abu-Abu Kode warna serat optik multi-mode, yang tidak digunakan lagi
Biru Kadang masih digunakan dalam model perancangan

Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Serat_optik